Selasa, 19 Mei 2009
JURNAL 10
hallo kawan edisi ini kita dapat membaca tulisan MILLENIA PASCA DINAPUTRI yang dikenal dengan panggilan Sisil. ia cukup produktif karena setiap muncul di pertemuan Savant selalu menuliskan pengalanmannya dan angan-angannya.
oke deh selamat membaca
wassalam
PANGKENG
sajak-sajak Millenia Pasca Dinaputri
KABAR BUAT ADIK
Halo adikku, bagaimana kabarmu? Baik-baik saja, kan.
Mbak disini baik-baik saja
Mbak senang deh tinggal di Sumenep
Di sini ada taman adipura yang sangat asri
Ramai dikunjungi orang setiap saat
Di taman adipura ada orang berjualan aneka macam
Di sana ada yang jualan baju, kaet, es krim, boneka
Dan enaka macam makanan
Ada sepur-sepuran
Dermulen, odong-odong
Dan banyak yang lain
Banyak pengunjung yang datang
Sehingga taman menjadi ramai
Sampai disini dulu ya
Kapan-kapan kita sambung lagi.
Sumenep, 5 april 2009
ANGGUR
Aku suka buah anggur
Karena rasa buahnya enak
Ciri buah anggur
Rasanya manis
Ada yang berwarna hijau
Ada yang berwarna ungu
Bentuknya bulat dan kecil-kecil
Anggur dipetik dari pohonnya
Buah segar menyehatkan
Sumenep, 5 april 2009
CITA –CITAKU
Cita-citaku ketika besar nanti ingin menjadi dokter
Spesialis jantung dan penyakit dalam
Untuk mencapai cita-cita aku harus belajar dengan rajin
Berdoa dan memohon kepada Allah
Yang aku lakukan, kalau cita-citaku tercapai
Aku bersyukur kepada Allah
Dan mengucapkan terimakasih kepada mama
Yang telah mendidikku
Sumenep, 3 Mei 2009
Minggu, 17 Mei 2009
JURNAL 9
Edisi kali ini kami menurunkan puisi-puisi yang dibuat Moh. Azmil Ramadhan. Puisi yang unik karena Azmil hanya menulis kalau pas ingin menulis. Jika diajak menulis bersma teman yang lain dia akan ambil bola sepak, main sepakbola.
haaa
PANGKENG
Sajak-sajak
MOh. Azmil Ramadhan
KELUT
Gunung kelut
Begitu indah pemandanganmu
Warna hijau tua dan muda
Sungguh tinggi dirimu
Berada di bawah awan stratus
Bila aku melihatmu aku merasa senang
BROMO
Bromo
Begitu menakjubkan dirimu
Bila pagi hari engkau begitu dingin
Embun berada diatas kepalamu
MERAPI
Gunung merapi
Begitu asyik pemandanganmu awan dan langit berada diatas kepalamu
Sunggguh tinggi engkau
Aku ingin mendakimu
Jumat, 27 Maret 2009
JURNAL 8
S . A . L . A . M
Apa yang menarik dari sebuah buku? Jendela Dunia! Kata orang bijak. Namun masihkah buku menjadi jendela dunia ketika infrmasi yang diberikan terbatas hal-hal tertentu. Gugatan ini tidak berlebihan, karena semenjak internet menjadi bagian keseharian dalam kehidupan kita. Dunia terasa sempit, dalam bentangan jarak yang jauh jadi ciut dan hampir dalam waktu bersamaan kita dapat mngakses berbegai in formasi melalaui mesin pencari Google.
Barangkali dunia buku atau kertas akan segera berakhir, dan sebagai gantinya digitalisasi dalam berbagai publikasi informasi demikian marak. Barangkali dunia buku akan segera berakhir dalam kehidupan kita. Itu tak penting, tetapi dalam diri kita harus tetap ditumbuhkan kecintaan terhadap keinginan untuk mengebangkan wawasan dan penegtahuan. Hanya dengan berpengetahuan derajat manusia akan dimuliakan.
BUKU LAWAN GOOGLE
OLEH: Samudera Hidayatullah*
Dunia maya atau dunia internet merupakan suatu hal yang tidak tabu lagi. Dunia internet sudah merambat di semua kalangan masyarakat.
Kita tahu bahwa internet merupakan suatu sumber ilmu penegtahuan terbesar dan terbanyak sat ini. Kita bisa mencari semua informasi yang dibutuhkan di berbagai website yang tersedia. Cara mendapatkan infromasi dalam internet membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Hanya dalam hitungan detik kita bisa mendapatkan pelbagai informasi yang kita butuhkan.
Kita bisa mengaplikasikan internet dalam dunia pendidikan, khusunya bagi pelajar bisa memanfaatkannya untuk mencari berbagai sumber informasi; materi pelajaran, soal-soal, dan sebagainya dalam satu lembar halaman.
Namun mengapa dunia pendidikan sekarang banyak yang belum mengenal dunai internet, bahkan sama sekali tidak diaplikasikan dalam dunia pendidikan. Padahal kita tahu banyak hal yang bisa didapatkan dalam internet.
Apakh penyebab kejadian ini? Mungkin masih ada guru yang gaptek, ataukah ada siswa yang gaptek.
Siswa ketika belajar melalui internet terlihat begitu bersemangat, karena mereka bisa menghilangkan kejenuhan. Mereka bisa lebih mengerti materi pelajaran dibandingkan dengan belajar melalui buku. Jika mereka jenuh membaca dapat beralih mencari suatu hal baru, permainan, yang bersifat rekreatif.
Disamping belajar mereka juga juga mengerti hal lain. Sambil belajar mendengarkan musik. Bila sudah capek dapat melakukan chatting. haaaha
*penulis adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sumenep
P . A . N . G . K . E . N . G
SAJAK-SAJAK MILLENIA PASCA DINAPUTRI
PAGI-PAGI
Aku bangun pagi-pagi mendnegar ayam berkukuruyuk
Aku membantu mama
setelah selesai mandi
aku bersiap-siap ke sekolah
sebelum aku berangkat, selalu makan pagi
bersama kakakku
aku memakai sepatu lalu bera ngkat ke sekolah
Tapi aku tak lupa untuk pamit ke orangtua
USAI PANEN
Aku melihat petani sedang memanen padi
Mereka sangat sibukmemotong batang padi
Bekerjasam menyelsaikan kerja
Di sawah terlihat kupu-kupu, segerombol burung terbang di udara
Terlihat juga orang-orangan bergoyang-goyang diterpa angin
Mengusir burung pipit yang ingin mencuri padi
Di pematang ada pohon pisang rumput liar dan alang-alang
Dan di kejauhan terlihat menara tinggi mrngibar bendera
Sungguh indah pemndangan sawah pagi ini
MUSIM HUJAN
Karena air yang menguap dan mendung yang terbawa angin
Turun sebagai hujan
Tidak ada yang menggembirakan karena jalanan
Menjadi licin dan becek
Jika hujan terlalu lama dan deras pasti terjadi banjir dan
Mengganggu aktivitas manusia
penulis adalah Siswa Kelas IV SDN Pajagalan I – Sumenep
dan aktiv sebagai anggota SAVANT
Rabu, 11 Maret 2009
JURNAL 7
JURNAL 7
SALAM
Setiap orng memunyai jalan pikiran yang berbeda. Maka tidak akan pernah ada penilaian yang sama jika pada beberapa orang anak diberikan persoalan yang sama. Betapa berbedanya setiap anak. Setiap pribadi memiliki potensi yang berbeda. Setip pribadi berpotensi untuk berprestasi. Maka yang harus dilakukan oleh setiap anak manusia adalah menggali potensi yang berkubang dan terpendam dalam diri. Bagi orangtua adalah wajib untuk menuntun ke jalan di mana anak akan menemukan jatidirinya.
Anak adalah diri anak itu sendiri
Orangtua adalah busur yang melesatkan anak panah kemana nasib akan berpihak
Pada jurnal kali ini, pengelola mempublikasikan beberapa karya anak-anak yang tergabung dalam rintisan kelas unggulan SMA Negeri 1 Sumenep. SEbuah hasil kerja atas partisipasi mereka dalam merespon clip video kekejian agresi militer Israel di Palestina.
Apa kata mereka. Tentu amat berbeda dengan gelegak yang ada dalam pikiran kita.
S.E.R.A.M.B.I
DAMAI DONKZZ
RIZKILLA FAUZIYANANDA PUTRIx1/24
“KEJAM”
Kata itulah yang pantas diucapkan untuk Negara yang gak punya hati seperti
Tak hanya harta benda yang lenyap. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan nyawapun melayang. Terutama anak kecil yang gak berdosa itu. Mereka yang gak tahu apa-apa, harus menjadi korban kekejaman
NUR ASFI ROYHAN
X-1 / 18
Masih terlintaskan dipikiran Macan Yahudi tentang apa itu kemanusiaan??? Masih sanggupkah Palestina berdiri diantara puing-puing kekejaman
Konflik Palestina-Israel yang berlangsung sejak tahun 1948 hingga kini sudah seperti lingkaran tak berujung.
Ø Perbedaan prinsip tentang keberadaan kedua Negara dan bangsa tersebut di mata mereka sendiri dan di mata Negara-negara lain di dunia.
Ø Kedudukan
Bagi para pejuang Palestina, peperangan yang mereka lakukan merupakan perjuangan hiroik mempertahankan keberadaan tanah air dan bangsanya. Akankah terselip sepucuk damai dari
Lilin-lilin kecilpun semakin redup seiring dengan kegelapan
Tak bias dipungkiri, perang ini potensial menyuburkan kemarahan, dendam, dan kebencian, terutama dari keluarga
KEKEJAMAN
Farhan Kurniawan
X-1 / 07
Suatu hari, seorang anak Palestina bertanya kepada matahari, dimana keberadaan sang ayah, ibunya selalu menangis menanti sang ayah, apakah setiap hari dia menghapus air mata ibunya?
Itu semua disebabkan oleh kekejaman
Suara dentuman bom, suara tembakan , jeritan anak kecil, darah dimana-mana…. Itulah keadan Palestina saat ini . ini semua adalah ulah
Siapa yang tidak tergores hatinya, siapa yang tidak terenyuh jika kita melihat keadaan Palestina saat ini?? Bayangkan , rumah-rumah mereka menjadi hancur bahkan bisa dikatakan sudah rata dengan tanah. Hidupnya menjadi tidak aman karena dimana-mana ada tentara
Ya Allah… aku mohon…
Tak cukup hanya mengucapkan “naudzubillah”,kita sebagai umat muslim seharusnya bisa menolong saudara – saudara kita di Palestina. Sungguh biadab orang – orang yang tak punya perasaan, bayi yang tak berdosa juga ikut dibunuhnya. Mana persatuan umat islam di dunia??
Sesungguhnya Allah memaafkan semua umat-Nya, tapi mengapa
Ditambah lagi dengan PBB yang hanya bisa membantu sesaat. Jika aku ada disana, bayi – bayi tak berdosa akan ku gendong, orang tua rentah akan ku tuntun. Ya Allah . . . . .Karunia apa yang Engkau berikan di balik ini ya Allah??
Mungkin ini pelajaran untuk kita, kita diajak untuk menghargai jasa pahlawan kita yang dulunya juga begitu, dijajah, dijajah, dan terus dijajah.
Aku berharap penderitaan mereka segera berakhir, suatu hari aku ingin melihat senyuman manis mereka.
Jumat, 06 Februari 2009
JURNAL 6
Salam
Bulan desember merupakan bulan terkahir pada tahun masehi. Sebuah bulan tempat bergantinya tahun baru, sehingga setiap akhir bulan banyak acara yang menyambutnya hari ibu pada tanggal 22 Desember, Hari Natal 25 Desember serta pada tanggal 31 desember menyongsong pergantian tahun. Sebuah harapan untuk bisa memperbaiki langkah hidup di masa yang akan datang.
S . E . R . A . M . B . I
I B U
Oleh: Williarko Firdaus
...Kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan/ namamu ibu yang akan kusebut paling dahulu/ lantaran aku tahu/ engkau ibu dan aku anakmu....
(Potongan sajak “Ibu” – D. Zawai Imron
Ibu adalah segala-galanya bagi kita. Semuan permintaan kita di masa kanak-kanak pasti selalu akan dipenuhi oleh ibu Betapa besar kasih sayang ibu kepada anaknya hingga pepatah mengatakan,: Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak senajang galah”
Sejak dalam kandungan ibu memelihara kita dengan sangat hati-hati sampai kita dewasa. Mungkin kalau dihitung jasa-jasa ibu, kita tidak akan sanggup membayarnya.
Mematuhi semua periuntah ibu, akan sangat menyenangkanya, adalah yang terbaik. Seklaigus kita dituntut untuk selalu menyanyangi sampai akhir hayat dikandung badan.
Jasa yang telah iubu berikan terhadap kita adalah yang terbaik untuk masa depan. Jasa ibu sangat penting. Ia telah memelihara dan memberikan suatu pelajaran yang sangat penting bagi kita; kasih sayang. Dari sanalah kita akan menjadi berguna bagi nusa dan bangsa.
Selalu melaksnakan perintahnya dan menjauhi larangannya adalah suatu contoh pengabdian kita terhadap ibu. Selain membuatnya bangga dan senantiasa gembira juga termausk pengabdian kepadanya. Jangan pernah sakiti hati dan perasaaan ibu. Perlakuan itu akan membuatnya kecewa terhadap anak-anaknya.
Begitu besar kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya. Anak yang akan menentukan masa depan bangsa. Sehingga pantaslah kalau ibu menentukan masa depan suatu bangsa. Tidak berl;ebiahn jika setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Kasih sayangnya begitu besar, maka kita harus membalasnya dengan hal yang sama.
Buatlah ibu kalian selalu merasakan bangga terhadap anak-anaknya yang telah dipeliharanya sejak kecil. Buatlah ia selalu merasa gembira terhadap apa yang telah kita lakukan sampai saat ini
Sumenep 5 Desember 2008
TAHUN BARU
Oleh Williarko Firdaus
Tahun baru merupakan pergantian waktu yang amat dinantikan saat berakhirnya tanggal 31 desember. Masyarakat di berbagai kota termasuk di kota sumenep turut merayakan pergantian tahun tak melewatkan pesta yang hanya diadakan setiap akhir tahun.
Banyak aksi-aksi atau pertunjukan yang dipertontonkan misalnya; group band, hadrah, dan pawai kendaraan berkekliling sambil meniup terompet.
Perayaan tahu baru juga dapat disaksikan di layar televisi. Menurut saya hal itu sama semaraknya, dan kalau di televisi biasanya ada bermacam pesta kembang api yang menghiasi langit di angkasa. Pesta kembang api tersebut tepat dinyalakan saat pergantian waktu pukul 00.00.
Semua masyarakat di Indonesia sangat gembira menymabut datangnya tahun baru . Mereka semua berkeinginan mendoakan agar semua musibah dan cobaan di tahun lalu tidak akan terulang di tahun yang akan datang. Harapan untuk mendapatkan kehidupn yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bagi sebagian orang malam tahun baru adalah malam perenungan untuk berhitung tindakan dan perilaku yang telah dikerjakan selama satu tahun.
Berbagai macam cara dilakukan untuk merayakan tahun baru, khsusnya di sumenep. hadirnya group band yang memberikan hiburan bagi penonton, pawai vespa dengan meniup terompet, menunjukkan kegembiraan masyarakat menyambut tahun baru. Sebagian kecil berkumpul dengan teman-temnannya atau dengan anggota keluarga di rumah sambil menyaksikan tayangan tayangan televisi.
Anak-remaja yang berkelompk dengan temna-tamannya sambil mengendarai kendaraan bermotor seringkali berakhir dengan trek-trekan. , dampak yang seringkali terjadi saat merayakan pesta tahun baru. Bahkan hampir setiap malam minggu di hari biasa mereka kebut-kebutan di jalan raya membahayakan jiwanya. Ada baiknya pak polisi ikut serta dalam perayaan ini untuk menhindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah, di tahun baru ini saya berdoa agar belajar saya lebih mantap , prrestasi belajar meningkat, dan lebih bersemangat menghadapi tantangan di masa depan.
Semoga kejelekan –kejelekan di tahun lalu tidak terulang kembali di tahun yang akan datang.
Sumenep, 12 desember 2008
P . A . N . G . K . E . N . G .
Sajak Millenia Pasca Dina Putri
SURAT UNTUK IBU
Hari iini tanggal 20 desember, tinggal dua hari lagiu peringatan hari ibu. Aku ingin mengucapkan selamat hari ibu lewat surat
Ibu sangat berjasa bagi kita, mengandungku 9 bulan
Ibu melahirkan kita, dan mempertaruhkan nyawanya
Ibu yang menyusui kita, ketika kita menangis di waktu bayi
Ibu merawat kita dari kecil sampai besar, dengan penuh kasih sayang
Ketika kita sakit, ibu yang selalu merawat.ketika kita masuk rumah sakit ibu yang menjaga
Selamat hari ibu
Jangan lupa dibaca ya ibu.
PESAWAT TERBANG
Karya:
Mohammad Azmil Ramadhan*
Begitu indah namamu
Aku terpana melihatmu
Terbang di angkasa
Membelah langit biru
Aku ingin mengendaraimu
Membawa banyak orang
Pergi mengelilingi dunia
*siswa kelas IIIb SDN Pajagalan II Sumenep.
Alamat rumah: Jl. Dewi Sartika IX./12 Perumahan Bumi Sumekar Asri – Kolor Sumenep 69417
Senin, 02 Februari 2009
JURNAL 5
Edisi 05 –NOVEMBER – 2008
FILM KARTUN KESUKAAN
Oleh: Williarko Firdaus
Nonton televisi marupakan salah satu acara yang paling aku suka di waktu hari minggu. Kegiatan nonton seabgai acara refreshing untuk menghilangkan rasa bosan, tidak nyaman, sedih, jenuh, setelah seminggu didera dengan pelajaran sekolah yang bertumpuk.
Menyaksikan acara televise dapat pula menjadi sarana belajar secara tidak langsung. Acara berita, tayangan dialog, diskusi, berita politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan menambah dan mengembangkan wawasan penontonnya.
Acara televisi sangat banyak ragamnnya mulai dari tayangan film kartun, film bioskop, komedi, dan aneka jenis informasi yang dikemas secara menarik
Salah satu acara yang cukup menarik adalah tayangan film kartyun di hari minggu. Aacra tersebut bias ditontotn bersama keluarga untuk semua umur. Acara favorit yang paling aku suka adalah kartun yang ditayangkan mulai pukul 09:00 – 11:00 , film kartun Pokemon, Dragon Ball, dan Naruto. Namun yang paling favorit bagaiku adalah Naruto.
Jika dalam Pokemon adalah suatu kelompok yang bernama Ali memiliki Pokemon jenis listrik bernama “Pikachu” mereka berdua bertualang mengikuti suatu pertandingan yang diadakan di setiap desa. Dalam salah satu pertandingan Pikachu harus melawan Abark ( jenis ular menyemburkan duri). Dalam pertarungan tersebut ternyata Pikachu berevolusi menjadi “Raichu” dan kekuatan listriknya semakin hebat.
Dragon Ball sangat menarik dengan salah satu tokoh anak kecil bernama “Sang Goku” pergi berkelana ke bumi untuk mengumpulkan Dragon Ball. Usaha untuk mengumpulakn Dragon Ball sangat sulit, sehingga ia harus bertarung melawan musuh-musuhnya. Setelah terkumpul Dragin Ball sebanyak delapan buah, ke enam dragon ball tersebut berubah menjadi seekor naga yang amat besar.Naga besar tersebut akan mengabulkan permintaan dari sang pengumpul, tetapi hanya dengan satu permintaan saja.
Nah, dari kartun “Naruto” yangs anagat menarik adalah suatu kelompok ninja desa bernama “ Konohagakure” dan “Sunagakure” – desa pasir melawan suatu kelompok campuran bernama “Akatsuki”.
Kelompok ninja memusuhi “Akatsuki” karena “Akatsuki” sering membunuh dan memburu kekuatan monster yang ada dalam tubuh ninja desa.Dalam salah satu episodenya Akatsuki memburu “Garaa” (pengendali pasir) sebagai sasarannya. Namun kelompok Naruto yang terdiri-dari Naruto, Sakura, dan Kakashi datang untuk menyelamatkan Garaa.
Dalam pertarungan tersebut berbagai jurus bela diri Ninja digiunkan Naruto, tetapi lawannya – “Itachi Uchiha” memiliki jurus mata Sharinggan yang dapat menghipnotis musuh. Pertempuran diakhiri dengan jurus baru Naruto, bernama “ Raserjar Suriken” (jurus elemen angin)
Akibat keasyikan nonton film kartun favoritku, ternyata telah menurunkan prestasi belajarku. Sayang memang. Sehingga aku akhirnya hanya dibolehkan nonton televisi pada hari sabtu dan minggu saja. Hahaha...
BERLIBUR DI BULAN PUASA
Oleh: Millenia Pasca Dinaputri
Aku bangun pagi-pagi . lalu shalat subuh, dan kemudian mandi pagi. Aku dan mama jalan-jalan dan pergi ke pasar untuk belanja makanan persiapan untuk buka. Waktu aku pulang dari belanja tidak terasa sudahpukul dua siang hari. Aku, mbak, mama, dan tanteku memasak, sedangkan adikku anak tanteku main PS.
Setelah beberapa hari puasa. Aku mama, dan mbakku ke Jatiroto berlbur ke rumah nenek. Di sana aku menginap dua hari. Aku melanjutkan perjalanan ke Sungkowono bersama semua keluargaku. Aku pulang ke Jatiroto pukul 13.30, tidak langsung ke rumah nenek, tetapi masih jalan-jalan ke Mates di Jember.
Aku baru pulang pukul enam belas, karean di rumah nenek tidak ada yang memasak makanan, semuanya membeli gule dan sate. Kami makan bersama
Hari lebaran yang dinantikan pun tiba. Aku sangat berbahagia. Aku meminta maaaf ke yang lebih tua. Kami saling bermaf-maafan.
JURNAL 4
Edisi 04 – juni – 2008
T . E . R . A . S
Salam
Berkumpul dan memasuki dunia anak dan remaja merupakan saat yang menyenangkan dan sekaligus menegangkan. Menyenangkan, karena mereka begitu polos melihat kehidupan dan persoalannya. Menegangkan, karena sesekali lontaran pendapat dan pertanyaan mereka menikam pikiran orang tua yang terkadang merasa paling tahu dan paling bisa.
Saat mengajak seorang anak atau remaja mengemukakan gagasan dan pengalamannya dalam tulisan, banyak hal yang bisa kita temui di dalamnya. Ternyata lewat tulisan mereka bisa lebih leluasa untuk mengungkapkan sesuatu yang kadang tak mungkin mereka samp[aikan dalam bentuk lisan.
Sesungguhnya menulis bagi seorang anak dapat membangun rasa percaya diri, apabila anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan pemikiran dan pengalamannya. Namun seringkali kita –para orangtua menjadikan anak-anak kita sebagai roobot yang harus diperintah, tanpa pernah kita ajak untuk mengemukakan inisiatifnya.
Apa yang mereka tulis mengenai kehidupan yang paling dekat dengan dirinya – mencontek-, dan bagaimana pula mereka melihat perkembangan pasar yang ada dalam ligngkungan kehidupannya.
Tidak ada yang tidak benar, karena mereka telah mengemukakan dengan jujur dari pengalaman yang pernah dilihat dan dialami dalam kehidupan yang sesungguhnya.
S . E . R . A . M . B . I
MENCONTEK
Oleh: Williarko Firdaus
Kegiatan mencontek merupakan suatu hal yang sering dilakukan oleh anak-anak di sekolah pada saat ulangan atau ujian. Ini banyak dilakukan siswa karea malas untuk belajar, tetapi ingi mendapatkan nilai yang baik. Maka, dengan mencontek milik orang lain, siswa bersangkutan bisa santai-santai dalam mempersiapkan ulangan dan menanti contekan jawaban dari temannya.
Mencontek dilakukan siswa dengan cara semnbunyi-sembunyi atau mencuri kesempatan di saat guru yang mengawasi ujian atau ulangan sedang lengah. Saat lengah tersebut biasanya saat guru telah merasa bosan dan capek melakukan pengawasan. Sebuah kesempatan yang tidak disia-siakan siswa.
Meski demikian mencontek memiliki kelemahan dan keuntungan. Salah satu keuntungannya siswa yang mencontek tidak perlu susah payah belajar dan menghapal materi yang diujikan. Namun kelemahannya juga sangat buruk, karena bila ketahuan guru pengajar atau pengawas maka akan mendapatkan sangsi nilai dikuranghi, atau bahkan disuruh mengikuti ulangan remidi.
Kerugian lainnya, kegiatan mencontek dapat membuat siswa malas belajar.
Betapa tidak enaknya efek dari kegiatan mencontek, sehingga kita tidak perlu melakukannya.
PASAR vs SWALAYAN
Oleh: Ryjzal Khalif F F

Pasar adalah tempat berjual beli atau bertransaksi antar penjual dan pembeli.Keberadaan pasarsangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membei kebutuhan, baik berupa sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan utama kehidupan.
Mungin pasar telah ada sejak ada kehidupan. Nyatanya pasar yang ada cukup beragam ada yang bertepat di tanah lapang, di tempat khusus, dan bahkan terdapat pula pasar di sepanjang aliran sungai.Pasar yang ada di sungai dinamakan pasar apung dan terdapat di pulau Kalimantan.
Selain sebagai tempat jual beli antara pedagang dan pembeli, ternyata di pasar juga bayak orang peminta-minta. Umumnya pasar yang ada di daerah kita yaitu jenis pasartradisional, kebersihannya kurang terjaga. Pasar kotor, karena orang-orang yang berbelanja dan yang berjualan membuang sampah tidak pada tempatnya.
Karena sampah dan kotorannya berserakan, srta kadang tercium aroma busuk dari tumpukan sampah, maka pasar dapat menjadi sarang penyakit.
Berbeda dengan swalayan, tempatnya bersih dan nyaman dan orang yang berbelanja dapat memilih sendiri barang beliannya, dan membayarnya langsung di kasir. Meski harga di swalayan kadang tlebih mahal, namun kenyamanan dan keamanan berbelanja di swalayan tidak ditemukan di pasar tradisional yang semrawut.
P . A . N . G . K . E . N . G .
AKU BISA MENCAPAI ANGANKU
Oleh: Nur Aida Maulidia
Bulan Mei lalu,dinas pendidikan kabupaten Sumenep mengadakan lomba Karya lmiah Remaja (KIR). Lomba tersebut diperuntukkan guru, siswa SMP, dan siswa SMU. Dan ketika itu, sekolah saya (SMPN I Sumenep) mengirimkan empat kandidat untuk mengikuti lomba KIR tersebut. Salah satunya adalah saya. Lomba KIR tersebut bertemakan mengenal diri sendiri. Setelah saya membaca brosurnya, ternyata syarat-syarat untuk mengikuti lomba KIR tersebut tidak begitu sulit. Jadi saya memutuskan untuk mengikuti lomba itu. Tetapi saya tidak yakin untuk memenangkan lomba tersebut, karena saya baru belajar menulis. Dan baru pertama kalinya saya mengikuti lomba KIR tingkat kabupaten. Apalagi di sekolah saya tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR.
Saya hanya belajar menulis pada ayah saya. Ayah saya cukup tahu tentang tulis menulis karena ayah saya sering mengikuti lomba tulis menulis. Ayah saya menasehati saya agar saya tidak berharap banyak terhadap lomba ini. Rasanya hampir satu bulan penuh saya mengerjakan karya ilmiah ini. Tetapi karya ilmiah itu belum juga selesai. akhirnya saya meminta bantuan ayah saya untuk mencari pinjaman buku- buku yang cocok dengan karya ilmiah yang saya buat. Tak hanya ayah saya saja yang meminjam buku, tetapi saya juga meminjam buku kepada salah seorang teman saya. Setelah saya menyelesaikan karya ilmiah tersebut, saya meminta bantuan ayah saya untuk mengedit. Karena saya sadar saya masih dalam kategori pemula dalam bidang tulis menulis ini. kemudian kqrya ilmiah tersebut saya beri judul “MENGENAL DIRI SENDIRI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”.
Ketika mengerjakan karya ilmiah tesebut, saya masih duduk di bangku kelas VII. Tepatnya kelas VII-3. Saya terinspirasi dengan teman-teman saya. Saya melihat tidak sedikit dari mereka yang belum mengenal dirinya sendiri. Dan menurut saya hal ini sudah menjadi kebiasaan kaum remaja. Contohnya saja ketika ada model baju yang lagi ngetrend. Kaum remaja biasanya langsung menirunya. Mereka tidak peduli apakah model baju tersebut pantas atau tidak untuk dikenakan. Yang ada di benak mereka hanyalah keinginan untuk menjadi remaja yang tidak ketinggalan zaman. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Karena mereka tak hanya menjadi inspirasi saya, tetapi mereka juga memberi saya semangat. Saya sangat bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka. di kelas VII-3 itu, kami sepakat untuk saling membantu jika ada teman yang mempunyai masalah. Karena kami sadar, kami tidak bisa hidup sendirian. Setelah karya ilmiah yang saya kerjakan selesai, saya segera meminta tanda tangan guru pembimbing dan kepala sekolah. Kemudian sekolah akan mengimkannya ke kantor dinas pendidikan dan kebudayaan.
Saya merasa lega, karena pada akhirnya saya bisa menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Sembari menunggu pengumuman, banyak teman-teman saya yang menanyakan apakah saya menjadi finalis atau tidak. Ketika itu saya langsung mengatakan kepada mereka bahwa saya masih pemula dalam bidang tulis menulis ini. Jadi tidak mungkin rasanya jika saya dapat memenangkan lomba KIR tersebut. Saya tidak berharap banyak, saya hanya ingin menambah pengalaman saya. Karena menurut saya pengalaman saya di bidang tulis menulis ini sangat sedikit.
Satu bulan pun berlalu. Sekolah saya mendapat surat dari dinas bahwa siswa yang bernama RYANTI SETYONINGTYAS D. dan NUR AIDA M. menjadi finalis lomba KIR. Pak Haris dan Bu Indra memanggil saya dan kakak kelas yang bernama Tyas untuk ke ruang guru. Ketika itu saya senang sekali karena pada akhirnya saya bisa memenangkan lomba KIR tersebut. Tak henti-hentinya saya mengucapkan syukur kepada Allah S.W.T. Untuk menentukan juara 1,2,3,harapan 1 dan 2, maka para finalis diundang untuk mempresentasikan karya ilmiah yang telah dibuat. Presentasi tersebut ditempatkan di kampus STKIP Sumenep. Ketika pulang sekolah, saya segera mengabarkan kepada ayah. Saya langsung belajar mempresentasikan karya tulis yang saya buat dihadapan ayah.
Hari untuk mempresentasikan pun tiba. Saya berdo’a agar saya mendapatkan giliran terakhir untuk mempresentasikan karya saya. Tetapi ternyata saya mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan karya saya. Saya gugup saat presentasi, karena ini pengalaman pertama saya mempresentasikan karya tulis di hadapan orang banyak. Waktu sepuluh menit yang disedakan untuk presentasi terasa sangat sebentar. Namun saya bisa memanfaatkan waku dengan tepat pemaparan karya tulis saya selesai tepat waktu sepuluh menit. Lega rasanya seperti terlepas dari jeratan.
Ketika tanya jawab belangsung, jantung saya kembali berdegup kencang. Juri pertama memberikan pertanyaan yang membuat saya terkesiap. Pertanyaan yang tak saya sangka ketika disuruh memberikan perbedaan antara kata mengenal, dan memahami. Saya mencoba menjawabnya, dan rupanya juri tak berkenan dengan jawaban saya sehingga mengejarnya dengan pertanyaan yang lain. Pertanyaan dilanjutkan oleh juri beikutnya dan saya bisa menjawabnya dengan lancar.
Ada suatu pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saat salah seorang dewan juri menanyakan siapa yang menjadi idola saya? Dengan tanpa ragu-ragu saya menjawab dengan lantang:”Ayahku!” Juri itu hanya tersenyum, dan menanyakan nama ayah saya. Waktu dua puluh menit pun usai yang dengan pertanyaan-pertanyaan yang tekadang membuat jantung saya berdegup kencang. Saya bersyukur akhirnya saya bisa menyelesaikan presentasi dan bisa menjawab pertanyaan dari dewan juri, walaupun tidak semua pertanyaan dari juri bisa saya jawab dengan benar.
Pada siang harinya diumumkan bahwa saya mendapatkan juara 3. Saya kecewa, karena saya tidak bisa menjadi juara 1 dalam lomba ini. Tetapi saya pun lega karena kakak kelas saya, mbak tyas bisa menjadi juara 1 dalam lomba KIR ini. setidaknya sekolah saya bisa meraih juara 1 dalam lomba KIR tahun ini. walaupun bukan saya yang memenangkannya. Pada pagi harinya teman-teman saya menanyakan saya mendapat juara berapa?. Ketika itu saya hanya tersenyum dan menjawab”saya mendapatkan juara 3”. Kemudian mereka bersorak dan mengatakan kepada saya” untung saja di kelas ini ada kamu, jadi kelas kita ini bisa menjadi pembicaraan guru”. Ternyata sesuatu yang tak saya sangka kembali tejadi.
Saya sangka mereka akan kecewa ketika mendengar saya tidak bisa menjadi juara pertama. Mereka memang teman-teman yana baik. Mereka bisa memahami kondisi orang lain. Terima kasih tuhan, engkau telah memberi saya teman-teman yang bisa menerima saya apa adanya. Tepat tanggal 24 September kemarin, hadiah lomba pun dibagikan. Saya senang sekali, pada akhirnya saya bisa menikmati jerih payah saya sendiri. Setelah saya sampai di rumah, saya langsung membuka hadiah yang telah diberikan. Hah?, tiba-tiba di dalam benak saya timbul tanda tanya besar. Mengapa jumlah hadiah yang di berikan tidak sesuai dengan jumlah hadiah yang tertera pada brosur?.
Saya kecewa sekali pada dinas pendidikan. Menurut saya dinas pendidikan kurang menghargai jerih payah para pemenang. Tetapi walau gimanapun saya harus bersyukur karena saya bisa merasakan hadiah dari hasil jerih payah saya sendiri. Selain itu saya juga bisa menambah pengalaman saya. Saya bersyukur sekali akhirnya saya bisa mempunyai pengalaman yang tentunya tidak semua orang dapat merasakannya. Tetapi saya juga tidak boleh melebih lebihkan hal ini. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang terlalu membanggakan dirinya sendiri