Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

JURNAL 12

SALAM
Hai kawan-kawan, lama tidak terbit, dan kali ini redaksi akan menurunkan tulisan dari teman kita, Rijzal Khalif Fitroni Firdaus dengan judul "internet dalam Dunia Pendidikan" Pemenang I SMP, dan Williarko Firdaus. Internet dan Peluang Kerja adalah tulisan pemenang ketiga lomba karya tulis antara siswa SMP se Kabupaten Sumenep - tahun 2008. Semoga ini menjadi kebangkitan jurnal ini untuk terbit kembali.


P A N G K E N G

INTERNET DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Oleh: Rijzal Khalif Fitroni Firdaus*


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dengan makin pesatrnya perkembangan dunia teknologi di berbagai sektor kehidupan merupakan tantangan baru bagi seporang pelajar untuk senantiasa mengikuti perkembangan tersebut untuk bisa eksis di tengah kehidupan. Kata kuncinya dengan mengembangkan diri secara terus-menerus melalui peningkatan pendidikan sebagai ikhtiar meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Seiring dengan perkembangan zaman, siswa dituntut untuk mengembangkan wawasan sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan dan kecakapan diri. Tuntutan untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi terbaru, sehingga mampu mengusainya dan memanfaatkannya dalam kehidupan secara nyata.
Upaya mengenali teknologi tertentu untuk keperluan pendidikan merupakan keharusan untuk dilakukan siswa. Jaringan internet untuk pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan penting sehingga sekolah dapat menempatkan diri di tengah perkembangan sains dan teknologi yang selalu mengalami inovasi. Kebutuhan akan teknologi cyber untuk dijadikan sumber informasi atau sumber belajar, adalah kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditolak.

1.2 Rumusan Masalah
Jika seorang berusaha untuk mencapai tujuan tertentu biasanya dihadapkan pada masalah-masalah yang harus dihadapi untuk bisa mencapai tujuan yang dicita-citakan. Permasalahan-permasalahan mengenai pemberdayaan teknologi dalam kehidupan dan secara spesifik dalam dunia pendidikan merupakan masalah yang cukup menarik. Bahwa dunia pendidikan selalu tertinggal dari kemajuan teknologi, merupakan issu yang tiada pernah kering. Issu semacam ini semakin kentara ketika sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berkeinginan untuk menempatkan diri di tengah-tengah kemajuan tekjnologi. Parahnya hal ini belum diikuti oleh kamampuan siswa untuk mengakses teknologi tersebut sebagai sumber belajar bagi mereka. Bahkan meski mereka tahu penggunaanya, namun tidak mampu untuk membelinya.
Sehubungan dengan uraian pada pendahauluan ini, maka rumusan masalah yang akan kami bahas antara lain:
Sejauh manakah pemanfaatan internet dalam pembelajaran?
Bagaimanakah mengoptimalkan penggunaan internet dalam pembelajaran?

1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui optimalisasi pemanfataan internet khususnya dalam pembelajaran siswa
2. Untuk mengoptimalkan penggunaan internet bagi siswa dalam pembelajaran
1.4 Manfaat Penulisan
1. Karya tulis ini dapat dijadikan sumber informasi mengenai pemanfaatan internet dalam pembelejaran.
2. Dapat dijadikan acuan dalam upaya pemanfaatan internet dalam pembelajaran secara optimal.

BAB II
INTERNET DAN PEMBELAJARAN
2.1 Internet
Internet adalah jaringan informasi (data) langit yang hanya dapat diakses atau dipantau dan diperbaharui melalui komputer. Sebuah produk teknoilogi komuniakasi yang memanfaatkan jaringan telpon atau satelit untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi lewat jaringan komputer. Pada perkembangannya dunia teknologi informasi lewat ruang maya ini dikenal dengan dunia cyber.

2.2 Kegunaan Internet
Keguanaan Internet antara lain:
Internet dapat digunakan untuk mengkses sumber informasi dengan mudah dengan jumlah tak terbatas, sebanyak yang tersedia dalam situs-situs yang disediakan.
Dapat dipergunakan dalam proses belajar-mengajar.

2.3 Internet dalam Dunia Pendidikan
Penggunaan internet dalam dunia pendidikan masih sangat jauh dari harapan. Kondisi semacam ini memerlukan perhatian dari beberapa pihak terutama pemerintah dan tenaga pendidikan untuk membenahi diri dalam rangka penguasaan produk teknologi dalam upaya mencerdaskan anak bangsa. Upaya untuk memasukkan program internet ke sekolah-sekolah bahkan ke seluruh masyarakat yang ada di seluruh pelosok negeri ini, merupakan langkah yang sangat baik dan perlu ditingkatkan. Peningkatan tersebut tentunya tidak hanya sebatas pada kuantitasnya saja, yaitu memperbanyak memeberikan akses internet, tetapi juga harus disertai pula dengan peningkatan kualitas para siswa dan masyarakat yang nantinya akan menjadi user internet. Sehingga internet dapat menjadi m,edia teknologi yang sehat untuk memperoleh informasi, menambah wawasan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi , bukan media yang akan menjerumuskan kaum muda ke dalam kehidupan nista. Dampak yang menimbulkan permasalahan-permasalahan sosial bagi kehidupan anak dan remaja, dan menghancurkan masa depan mereka.
Dalam dunia pendidikan informasi merupakan salah satu kebutuhan untuk bisa mengembangkan wawasan para siswa, sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan sains dan teknologi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakatnya. Kehadiran internet dalam dunia pendidikan sebenarnya merupakan sebuah media teknologi yang akan sangat membantu bapak-ibu guru untuk memfasilitasi belajar siswa. Perubahan sains dalam kehidupoan berlangsung demikian cepat, kadang tidak tercover dalam buku pembelejaran, sehingga dalam beberapa hal positif dalam internet sangat membantu bagi guru untuk mendapatkan perkembangan informasi sains paling aktual, sehingga apa yang diajarkan relevan dengan perkembangan yang terjadi dalam masyarakatnya.
BAB III
METODOLOGI PENULISAN
Metodologi penulisan dalam karya ilmiah ini, mempergunakan metode literer atau kajian pustaka dengan mengambil data sekunder yang ada dalam buku dan berbagai refrensi yang ada. Data yang diperoleh ditelaah secara kritis untuk mendapatkan informasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Data tersebut kemudian diplih dan dianalisis untuk menjwab permasalhan-permasalahan yang telah dikedepankan.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Penggunaan Internet dalam Pembelajaran
Pemanfataan internet dalam pembelajaran bukan sesuatu yang mustahil, karena kenyataannya pada beberapa sekolah yang memiliki fasilitas untuk akses internet telah menerapkannya dalam pembelajaran. Dari apa yang mereka lakukan, ternyata penggunaaan internet dalam pembelajaran sangat membantu guru dan lembaga untuk mendapatkan akses informasi yuang lebih cepat, dan variasi pembelajaran yang tidak membosankan.
Sekolah Menengah Pertama Terbuka yang didirikan kelompok tani “Qoryah Thoyyibah’ di desa Kalibening – Salatiga. Sekolah yang ada di desaa terpencil di kaki pegunungan berapi, memberikan kesempatan bersekolah bagi anak-anak desa yang terancam putus sekolah, karena mahalnya biaya pendidikan. Kegiatan belajar yang dipergunakan menempati bilik-bilik rumah Budi Pramono, salah seorang penduduk yang memiliki gagasan untuk mempergunakan internet sebagai media sumber pembelajarannya. Budi Prmono mampu membangun kerjasama dengan pengusaha warnet di kota Salatiga untuk bisa memanfaatkan internet gratis dalam lembaga persekolahan alternatif yang didirikannya.
Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah dalam kota di negeri ini yang belum mampu memanfaatkan internet dalam pembelajaran. Penggunaaan atau penerapan internet dalam pembelajaran masih menemukan banyak kendala, terutama di sekolah negeri karena rumitnya birokrasi yang harus ditempuh. Kendala-kendala yang dihadapai baik berupa fasilitas mau pun ketersediaan sumber informasi . Beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain:
A. Akses Internet Masih Mahal
Meskipun sudah tersedia akses ke internet sangat mahal sehingga masih sangat sulit dijangkau oleh semua kalangan terutama insan pendidikan. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Terutama pada saat ini dengan banyaknya penawaran layanan internet murah bagi dunia pendidikan. Hanya dibutuhkan keberanian sekolah untuk memulai dan melibatkan orangtua murid untuk pendanaannya. Keterbukaan dalam pengelolaan dana memungkinkan tumbuhnya kepercayaan dari wali murid untuk turut terlibat secara langsung untuk melengkapi fasilitas sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini perlu menjadi pemikiran bersama antara sekolah, orangtua murid dan pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk menjadikan akses internet dengan biaya murah dalam dunia pendidikan.
B. Akses Internet Masih Susah Diperoleh
Salah satu solusi untuk mendapatkan layanan internet adalah memanfaatkan jasa warnet (warung internet) yang ada di sekitar kota untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Tetapi keberadaan warnet (warung internet) belum merata di setiap kota. Meski pun ada jasa layanan warnet, masih terbatas di kalangan tertentu karena siswa tidak memahami teknologinya dan belum mampu memanfaatkan secara optimal. Salah satu di antaranya karena di sekolah sendiri belum ada layanan internet, maka pemberian materi atau pengetahuan mengenai internet sebatas teoritis, sehingga belum mampu dimanfaatkan secara optimal. Lebih menyedihkan lagi masih banyak tenaga pendidik yang tidak bisa memanfaatkan layanan internet karena belum memahami teknologi dan penggunaannya.
Layanan internet sudah banyak digunakan oleh siswa untuk mengakses beberapa informasi yang ditugskan oleh mata pelajaran tertentu dengan memanfaatkan warung internet yang ada di sekitar kota.
C. Kurangnya Penguasaan Bahasa Inggris
Pengunaan dan petunjuk dalam penggunaan internet didominasi oleh bahasa Inggris, sehingga bagai pengguna yang kurang memahami bahasa Inggris alan sedikit mengalami hambatan dalam penggunaannya. Kendala bahasa Inggris ini saat ini bukan lagi persoalan utama, karena pada beberapa layanan yang tersdia dalam internet menyediakan pula petunjuk dalam bahasa Indomesia. Namun bagi mereka yang menguasai bahasa Inggris lebih leluasa untuk berselancara (Browsing) ke situs-situs penegtahuan yang berbahasa asing.
D. Tenaga Pendidikan Belum Siap.
Dasar penggunaan layanan internet adalah penguasaan atau keterampilan penggunaan komputer. Ternyata persoalan mewndasar ini masih menjadi kendala yang cukup berarti, karena masih banyak tenaga pendidikan yang belum mampu mengoperasikan komputer. Jika tidak bisa mengoiperasikan komputer, tentu akan mengalami kesulitan untuk mengoperasikan layanan internet.
4.2 Perubahan Paradigma Pembelajaran
Jika sekolah atau lembaga pendidikan ingin maju, maka tidak jalan lain kecuali untuk terus-menerus melakukan perubahan. Sekecil apa pun perubahan yang dilakukan di lain waktu akan memberikan pengaruh yang berarti dalam dunia pendidikan. Perubahan besar diawali oleh sebuah perubahan kecil.
Maka, ketika dunia teknologi bergerak demikian cepat dengan akselerasi informasinya, tentu dunia pendidikan harus selalu bergerak untuk melakukan perubahan sehingga tetap bisa tumbuh dan berkembang di dalam lingkungannya secara progresif. Perubahan-perubahan itu dapat dimulai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidikan dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan perkembangan yang ada.
Layanan internet dalam dunia pendidikan adalah sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Suatu kebutuhan untuk menjadikan layanan internet sebagai media belajar, sekaligus sebagaisumber untuk menggali informasi. Untuk mencapai ke arah tersebut, maka pengadaan layanan interbnet bagi setipa sekolah adalah wajib. Karena hanya dengan demikian kita bisa berinteraksi dengan berbagai masyarakat dari berbagai belahan dunia. Melalui layanan internet semua orang bisa melakukan akses informasi secara cepat pada saat yang sama dari berbagai belahan dunia.
Persoalan pengadaan yang memerlukan biaya mahal, adalah sebuah persoalan klasik yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu orangtua atau masyarakat dan pemerintah. Persoalan ini akan menjadi ringan ketika pemerintah daerah atau setempat menganggarkan utnuk memberikan dana bagi setiap sekolah untuk pengadaan layann internet. Hal ini sangat memungkinkan karena pemerintah daerah memiliki peluang yang berarti saat diberikan otonomi untuk mengelola pemerintahannya. Artinya kemajuan dunia pendidikan juga sangat ditentukan oleh kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintahan setempat.
Kedua, pelatihan bagi para tenaga pendidik untuk mengoperasikan komputer yang amat dibutuhkan dalam dunia pembelajaran. Di jaman seperti ini, pemanfaatan komputer untuk pembelajaran adalah sebuah tuntutan untuk bisa memberikan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan dan sesuai dengan tuntutan perkembanagn teknologi informasi. Sebab, dunia pendidikan sebgai dunia yang mampu mempengaruhi dan mencetak seseorang untuk menjadi lebih baik dari sisi kognisi ataupun dari sisi kehidupan dan keterampilan atau vokasionalnya. Maka, apabila tenaga pendidikan di suatu lembaga pendidikan selalu mengikuti kemajuan perkembangan teknologi, tentu hal itu akan berpengaruh positif terhadap peserta didik untuk mengikutinya. Penguasaan teknologi internet bagi para pendidik akan menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Pengalaman pendidika dalam memanfaatkan layanan internet akans angat berpengaruh terhadap efektifitas penggunaaannya dalam pembelajaran. Semakin sering guru memenfaatkan internet untuk akses informasi maka semakin efektif dalam pemanfatan dan pencapainannya dalam pembelajaran.
Ketiga, dengan pembelajaran mengunakan internet dalam dunia pendidikan atau persekolahan, maka akan memberikan pengalaman yang berarti bagi peserta didik untuk mengenal beberapa situs yang banyak memberikan informasi yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Sekaligus pengenalan internet di dalam dunia pendidikan bisa membekali anak untuk tidak memasuki situs-situs yang buruk pengaruhnya bagi kehidupan mereka.
Keempat, pemanfataan internet dalam dunia pembelajaran akan sangat membantu bagi guru untuk mengakses informasi perkemabangan mutakhir pengetahuan yang diajarkan, dan sangat memungkinkan belum termaktub dalam buku pelajaran.

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
1. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran belum dilakukan secara optimal. Masih banyak sekolah yang belum memiliki layanan internet sehingga masih merupakan sesuatu yang asing bagi siswa-siswinya. Pemanfataan yang dilakukan pada saat sekarang dalam penugasan guru mata pelajaran terhadap siswa dengan memnafaatkan jasa warung internet yang ada didalam kota.
2. Belum optimalnya pemanfataan internet dalam pembelajaran, karena salah satu penyebabnya, masih banyak guru yang belum bisa mengoperasikan komputer, salah satu syarat utama untuk bisa memanfaatkan layanan internet.
3. Optimalisasi penggunanaan layanan internet dalam pembelajaran hanya dapat dilakukan jika di dalam sekolah tersedia layanan internet, dan guru berpengalaman dalam memanfaatkannya. Sehingga kecakapan guru dalam mengoerasikan akan membuat penggunaan internet lebih efektif dalam pembelajaran.
5.2 Saran
1. Sekolah
Layanan internet untuk pembelajaran merupakan sebuah kebutuhan bagi peserta didik sehingga bisa mengkases informasi yang dibutuhkan sebanyak-bayaknya dengan waktu yang cepat. Kendala kpengadaan dapat dilakukan rembuk antara orangtua dengan pihak sekolah untuk memikul beban biaya yang dibutuhkan. Hal ini hanya dapat dilakaukan jika pihak sekolah dapat menyampaikan kebutuhannya bagi orangtrua, dan segala sesutaunya dilaporkan secara terbuka kepada orangtua.
2. Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah seharusnya memikirkan dan memprogramkan secara terencana kebutuhan dunia informasi bagi dunia pendidikan., sehingga siswa bisa mengakses informasi dengan cepat dan murah. Hanya dengan demikian siswa bisa meningkatkan wawasannya dan pengetahuannya seiring dengan perkembanagn sains dan teknolgin yang demikian pesat dan cepat.




DAFTAR PUSTAKA
Haryadi,Dwi,SH.,MM.2008, “Internet Dalam Dunia Pendidikan”, http://www.ubb.ac.id./ 27 Maret
Rekdale, Phillip. 2001. Internet dan Pendidikan. e-majalah.com
------------,“Manfaat Internet untuk Pendidikan” dalam bambangp4tk.wordpress.com, 24 November 2007.
------------, “Sekolah Online di Kaki Merbabu” dalam www.pendidikansalatiga.net.


*penulis saat ini duduk di kelas X Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional - SMA Negeri 1 Sumenep.

=============================================================

INTERNET DAN PELUANG KESEMPATAN KERJA
Oleh:
Williarko Firdaus


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Arus globalisasi begitu kuat membawa masyarakat Indoensia memasuki era informasi dan komunikasi. Peristiwa dari berbagai belahan dunia dapat disaksikan secara bersamaan. Kemajuan dalam dunia komunikasi dan informasi melalui jaringan internet dengan memanfaatkan saluran telepon. Peristiwa dari berbagai penjuru dunia dapat dengan mudah dancepat sampai di hadapan dan disaksikan dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
Internet merupakan salah satu media teknolog paling populer dan terus mengalami perkembangan untuk memenuhi hasrat dan kebutuhan manusia. Berbagai macam situs dan layanan, dan berbagai aplikasi disediakan did alamnya. Internet sebagai produk teknologi telah menempatkan diri sebagai penyedia informasi, tanpa dibatasi oleh wilayah geografis, jarak, dan waktu. Kapan saja dimana saja, informasi dapat diakses oleh siapa pun yang membutuhkannya.
Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain adalahsalah satu keuntungan layanan internet, selain bisa mengakses informasi dalam jumlah banyak dan waktu yang cepat. Dunia maya, begitu orang menamakannya. Pada mulanya dianggap sebuah dunia fiksi, bayangan, namun kemudian dibuituhkan dan menjadi sebuah dunia baru yang menyajikan aneka kehidupan, Ada kisah, toko, pasar, klinik, rumah sakit, dan sebagainya.
Dunia baru yang memberikan kemungkinan-kemungkinan baru bagi kehidupan manusia. Sehingga setiap lembaga atau perkantoran tidak cukup hanya membangun gedung dan aneka fasilitasnya tanpa membuat sebuah website sebagai pangkalan informasinya di dunia maya.

1.2 Rumusan Masalah
Internet sebagai dunia baru dalam kehidupan teknologi informasi, belum sepenuhnya dipahami da dimanfaatkan masyarakat untuk mendspatkan aneka informasi yang dibutuhkannya. Utamanya tenologi ini masih menjadi hal baru bagi masyarakat Indonesia.
Masalah:
Bagaimanakah kegunaan internet dalam kehidupan saat ini?
Bagaimanakah peluang kesempatan kerja dengan memanfaatkan internet.

1.3 Tujuan Penulisan
Disusunnya karya tulis ini memiliki tujuan:
untuk mengetahui kegunaan internet dalam kehidupan saat ini
untuk mengetahui peluan atau kesempatan kerja dengan memanfaatkan internet

1.4 Manfaat Penulisan
Karya tulis ini dapat dijadikan:
sumber referensi mengenai kegunaan internet dalam kehidupan
sumber informasi mengenai peluang kesempatan kerja dengan memanfaatkan internet.



BAB II
INTERNET DAN KEHIDUPAN NYATA

2.1 Internet
Dunia maya, begitu para pengguna internet menamakannya. Sebuah layanan atau jaringan informasi atau data langit yang hanya bisa diakses melalui komputer ( Philip Rekdale:2001). Suatu layanan informasi yang menyediakan aneka data sesuai yang tersedia dalam setiap layanan yang telah diklasifikasi dan didokumentasikan. Dnunia internet tidak hanya melayani data-data tekstual ,anmun juga bisa berhubungan dengan audio, gambar, audiovisual dan bahkan layanan untuk bisa melakukan konferensi jarak jauh (teleconference).

Begitu pesat perkembangan dunia internet, sehingga saban waktu data-data yang ada di dalamnya senantisa mengalami pembaharuan sesuai dengan perkembangan informasi yang ada. Ketersediaan data yang senantiasa berkembang, sehingga setiap orang atau setiap profesi dapat memanfaatkannya sebagai sumber informasi. Bagi siswa manfaat internet, antara lain:
Mereka bisa belajar sendiri dengan cepat
Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
Belajar berinteraksi melalui peraatan treknologi komunikasi
Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada di seluruh dunia
Meningkatkan komunikasi dengans iswa lain, melalui chating, mailing list, ataupune-mail
Sementara bagi seorang guru internet dapat dimanfaatkan untuk:
Meningkatkan pengetahuan bagi dirinya sendiri
Dapat bekerjasama dengan guru-guru lain dari berbagai daerah, bahkan antar negara mau pun antar benua.
Berbagai informasidi antara rekan sejawat atau sepertemanan

Manfaat internet sangat berarti bagi guru dan peserta didik untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan wawasan keilmuan, sehingga mampu mensejajarkan bangsa ini dengan bangsa lain yang lebih maju. Sehingga di jaman serba teknologi ini tidak berlebihan jika kemudian lembaga pendidikan mengaplikasikan internet dalam pembelajaran di sekolah, Naumharapan ini masih menjadi impian, akeran tidak semua sekolah memanfaatkannya. Juga tidak semua anggota masyarakat paham dan mengerti pemanfaatan dan kegunaan internet.
Kendala penggunaan internet dala m kehidupan kita antara lain:
1. faktor tingkat pendidikan orangtua yang rendah sehingga kemampuan mendidik anak rendah pula
2. sosial budaya masyarakat yang tidak memungkinkan anak mendapatkan pendidikan yang layak
3. Bagi yang berada di pelosok desa, internet merupakan hal baru dan belum terjangkau karena biayanya mahal

2.2 Pemanfaatan Internet dalam Kehidupan
Perlu dipahami bahwa sampai saat ini pemanfaatan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi masih relatif rendah. Internet bagi sebagain masyarakat merupakan hal baru. Karenanya tidak sedikit dari mereka yang mampu memanfaatkan akses internet untuk mendapatkan informasi. Juga karena untuk mengaksesnya mengeluarkan biaya, maka hal tersebut merupakan kendala yang lain bagi merekla yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomis.
Secara informatif layanan internet bisa diakses sampai ke pelosok desa asal tersedia jaringan telpon untuk mengaksesnya. Sebuahkemajuan yang akan meniadakan jarak atau sekat antara desa dengan kota, karena antara keduanya dapat mengakses informasi yang sama.
Komunikasi antar masyarakat dunia semakin terbuka untuk saling berinteraksi dan bertukar informasi, melakukan transaksi secara elektronik (on-line) sesuatu hal yang sekarang nyata di hadapan kita. Hampir semua Bank yang ada, saat ini melakukan transaksi secara on-line. Sebuah kemudahan yang memungkinkan penabung untuk menarik atau mengambil uang tabungannya dari berbagai kota. Hdirnya toko buku on-line, semacam Amazone.com, e-book, gramedia.com, dan semacamnya sesuatu yang hadir di hadapan kita. Kenyatan yang dalam era dunia maya.



BAB III
METODOLOGI PENULISAN

Karya tulis ini mempergunakan metode kajian pustaka (kajiaj literer) dengan mengambil data atau informasi dari data sekunder atau sumber pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian ditelaah sesuai dengan ebutuhan dan kemudian dikrtitisi untuk menjawab permasalahan yang ada.



BAB IV
INTERNET DAN PELUANG KERJA

4.1 Teknologi Masa Depan
Internet sebagai salah satu produk teknologi secara nyata telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, utamanya manfaat untuk mendapatkan informasi yang cepat. Bahkan dengan kemajuan teknologi satelit – layanan Google mampu mengajak kita untuk melihat hunian di permukaan bumi dati ketinggian dua ratus meter dari dalam ruang pribadi kita dengan mempergunakan perangkat komputer dan saluran telepon.
Tidak ada lagi yang bisa disembunyikan dalam kehidupan saat ini, karena berkat kemajuan teknologi semua bisa terdeteksi dan dapat disaksikan oleh amsyarakat dunia. Dari sini sebuah impian mulai dibayangkan dan suatu hari kelak dapat menjadi kenyataan.
Jika dalam kehidupan nyata ada pemerintahan yang mengatur adminsitrasi dan menata kehidupan masyarakatnya. Dalam dunia internet (maya) juga dikenal pemerintahan e-goverment. Sebuah ruang layanan pemerintahan yang menyediakan aneka ionformasi bagi masyarakat yang membutuhkannya. Sebuah ruang terbuka, siapa pun bisa masuk dan meninggalkan pesan , atau mmebrikan kritik untuk kemajuan pemerintahan.

4.2 Internet; Sumber Penghidupan Baru
Selain program aplikasi (soft ware), internet semkain berarti bai kehidupan masyarakat. Di dalamnya tersedia banyak kemungkinan untuk mengakses informasi sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Menariknya dari informasi yang disediakan pada beberapa situs ada yang diberikan secara gratis atau Cuma-Cuma. Namun tidak sedikit pula ketika kita membuthykan untuk mengunduh (download) terlbih dahulu harus menyerahkan sejumlah nuang melalui rekening bak yang telah ditunjuk. Kenyataan baru dalam kehidupan bahwa dunia internet juga meneydiakan layanan jual beli aneka kebutuhan masyarakat. Menariknya dalam dunia semacam ini akhirnya terbangun rasa saling membutuhkan. Pada akhirnya doi beberapa situs yang sering dikunjungi menawarkan tayanganiklan yang tentunya tidak lagi gratis, tetapi harus mebayar profit untuk jangka waktu tertentu.
Bagi pelajar dunia internet meneydiakan kebutuhan mereka baik berupa buku elektronik yang dikenal dengan e-book , bimbingan belajar on-line sebagai lahan pekerjaan bagi lembaga bimbingan belajar sehingga bisa melayani seluruh masyarakat yang membutuhkan bukan dari satu kota bahkan sangat memungkinkan masayrakat dari ebrbagai negara. Aneka kursus keterampilan dilakukan secara on-line dengan membayar uang tertentu maka panduan dapat segera diunduh (download).
Bagi tenaga pendidikan , dunia internet merupakan ruang terbuka untuk mengakses perkembangan pengetahuan yang berlangsung setiap waktu. Percepatan informasi selalu meninggalkan buku pelajaran atau buku teks yang dipergunakan guru. Peluang yang kemudian memunculkan penawaran-penawaran informasi melalui internet.
Tanpa disadari internet yang semula dicemoohmsebagai ruang maya yang penuh dengan dusta, saat ini telah berubah menjadi sebuah ruang terbukan yang memungkikan segalanya menjadi nyata.
Pada kenyataannya saat ini banyak programer komputer yang menjual jasanya lewat layanan on-line, para penulisa naskah mengirimkan karyanya lewat e-mail, sehingga dapat sampai ke alamat tujuan dalam waktu yang singkat. Kemudahan-kemudahan yang membuka peluang usaha bagi setiap orang untuk mencari potensi diri sehingga berpeluang untuk mendapatkan kerja sesuai dengan tuntutankebutuhan dunia internet. Semua serba memungkinkan. Mimpi-mimpi akan menjadi kenyataan, kata para motivator jika disertai dengan kerja keras dan kemauan untuk selalu mengembangkan diri dan pantang menyerah terhadap hamabatan yang ada.


BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Internet memiliki peran sangat penting dalam kehidupan saat ini, di antaranya : (a) kemudahan – kemudahan untuk mengakses informasi melalaui berbagai macam situs. (b) berkomunikasi dengan orang lain dari jarak jauh dalam sebuah telekonferensi sehingga sepetinya kita berada dalam satu ruangan;(c) peluang mendapatkan penghasilan dengan menjualinformasi melalui beberapa layanan yang tersedia.
Peluang untuk mendapatkan pekerjaan sangat terbuka terutama bagi mereka yang menguasai teknologi informasi sebagai kemapuan yang dibutuhkan untuk membuka dan meraih peluang kerja di internet. Peluang itu dapat diraih karena dengan promosi di internet penawaran kita dapat dibaca oleh berbagai masyarakat dunia tanpa dibatasi oleh batas geografis. Sebuah peluang besar yang tidak akan ditemukan saat kita memasarkan barang melalui dunia nyata.

5.2 Saran
Pemerintah perlu memperhatikan untuk memasukkan internet dalam pembelajaran di sekolah, sehingga anak dan remaj mulai akrab dengan internet, mampu memanfaatkannya, dan bisa memanfaatkan peluang-peluang kerja yang mungkin tersedia di dalamnya. Pengenalan teknologi kepada kaum muda sejak ini memberikan peluang bagi mereka untuk menegal lebih manfaat positifnya, sehingga mereka tidak terjerumus atau diperbudak teknologi.


Daftar Pustaka
Haryadi,Dwi,SH.,MM.2008, “Internet Dalam Dunia Pendidikan”, http://www.ubb.ac.id./ 27 Maret
Rekdale, Phillip. 2001. Internet dan Pendidikan. e-majalah.com
------------,“Manfaat Internet untuk Pendidikan” dalam bambangp4tk.wordpress.com, 24 November 2007.
------------, “Sekolah Online di Kaki Merbabu” dalam www.pendidikansalatiga.net.
------------,2007.Peran Internet Bagi Pendidikan Anak. http://ceplar.wordpress.com/
16 november
*penulis saat ini siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sumenep

Senin, 02 Februari 2009

JURNAL 4

-------------------------------------------------------------------------------------------------JURNALKECILANAKKITA :
Edisi 04 – juni – 2008

T . E . R . A . S

Salam
Berkumpul dan memasuki dunia anak dan remaja merupakan saat yang menyenangkan dan sekaligus menegangkan. Menyenangkan, karena mereka begitu polos melihat kehidupan dan persoalannya. Menegangkan, karena sesekali lontaran pendapat dan pertanyaan mereka menikam pikiran orang tua yang terkadang merasa paling tahu dan paling bisa.

Saat mengajak seorang anak atau remaja mengemukakan gagasan dan pengalamannya dalam tulisan, banyak hal yang bisa kita temui di dalamnya. Ternyata lewat tulisan mereka bisa lebih leluasa untuk mengungkapkan sesuatu yang kadang tak mungkin mereka samp[aikan dalam bentuk lisan.

Sesungguhnya menulis bagi seorang anak dapat membangun rasa percaya diri, apabila anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan pemikiran dan pengalamannya. Namun seringkali kita –para orangtua menjadikan anak-anak kita sebagai roobot yang harus diperintah, tanpa pernah kita ajak untuk mengemukakan inisiatifnya.

Apa yang mereka tulis mengenai kehidupan yang paling dekat dengan dirinya – mencontek-, dan bagaimana pula mereka melihat perkembangan pasar yang ada dalam ligngkungan kehidupannya.

Tidak ada yang tidak benar, karena mereka telah mengemukakan dengan jujur dari pengalaman yang pernah dilihat dan dialami dalam kehidupan yang sesungguhnya.

S . E . R . A . M . B . I

MENCONTEK

Oleh: Williarko Firdaus

Kegiatan mencontek merupakan suatu hal yang sering dilakukan oleh anak-anak di sekolah pada saat ulangan atau ujian. Ini banyak dilakukan siswa karea malas untuk belajar, tetapi ingi mendapatkan nilai yang baik. Maka, dengan mencontek milik orang lain, siswa bersangkutan bisa santai-santai dalam mempersiapkan ulangan dan menanti contekan jawaban dari temannya.

Mencontek dilakukan siswa dengan cara semnbunyi-sembunyi atau mencuri kesempatan di saat guru yang mengawasi ujian atau ulangan sedang lengah. Saat lengah tersebut biasanya saat guru telah merasa bosan dan capek melakukan pengawasan. Sebuah kesempatan yang tidak disia-siakan siswa.

Meski demikian mencontek memiliki kelemahan dan keuntungan. Salah satu keuntungannya siswa yang mencontek tidak perlu susah payah belajar dan menghapal materi yang diujikan. Namun kelemahannya juga sangat buruk, karena bila ketahuan guru pengajar atau pengawas maka akan mendapatkan sangsi nilai dikuranghi, atau bahkan disuruh mengikuti ulangan remidi.
Kerugian lainnya, kegiatan mencontek dapat membuat siswa malas belajar.

Betapa tidak enaknya efek dari kegiatan mencontek, sehingga kita tidak perlu melakukannya.

PASAR vs SWALAYAN
Oleh: Ryjzal Khalif F F

Pasar adalah tempat berjual beli atau bertransaksi antar penjual dan pembeli.Keberadaan pasarsangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membei kebutuhan, baik berupa sandang, pangan dan papan sebagai kebutuhan utama kehidupan.

Mungin pasar telah ada sejak ada kehidupan. Nyatanya pasar yang ada cukup beragam ada yang bertepat di tanah lapang, di tempat khusus, dan bahkan terdapat pula pasar di sepanjang aliran sungai.Pasar yang ada di sungai dinamakan pasar apung dan terdapat di pulau Kalimantan.

Selain sebagai tempat jual beli antara pedagang dan pembeli, ternyata di pasar juga bayak orang peminta-minta. Umumnya pasar yang ada di daerah kita yaitu jenis pasartradisional, kebersihannya kurang terjaga. Pasar kotor, karena orang-orang yang berbelanja dan yang berjualan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Karena sampah dan kotorannya berserakan, srta kadang tercium aroma busuk dari tumpukan sampah, maka pasar dapat menjadi sarang penyakit.

Berbeda dengan swalayan, tempatnya bersih dan nyaman dan orang yang berbelanja dapat memilih sendiri barang beliannya, dan membayarnya langsung di kasir. Meski harga di swalayan kadang tlebih mahal, namun kenyamanan dan keamanan berbelanja di swalayan tidak ditemukan di pasar tradisional yang semrawut.

P . A . N . G . K . E . N . G .

AKU BISA MENCAPAI ANGANKU
Oleh: Nur Aida Maulidia

Bulan Mei lalu,dinas pendidikan kabupaten Sumenep mengadakan lomba Karya lmiah Remaja (KIR). Lomba tersebut diperuntukkan guru, siswa SMP, dan siswa SMU. Dan ketika itu, sekolah saya (SMPN I Sumenep) mengirimkan empat kandidat untuk mengikuti lomba KIR tersebut. Salah satunya adalah saya. Lomba KIR tersebut bertemakan mengenal diri sendiri. Setelah saya membaca brosurnya, ternyata syarat-syarat untuk mengikuti lomba KIR tersebut tidak begitu sulit. Jadi saya memutuskan untuk mengikuti lomba itu. Tetapi saya tidak yakin untuk memenangkan lomba tersebut, karena saya baru belajar menulis. Dan baru pertama kalinya saya mengikuti lomba KIR tingkat kabupaten. Apalagi di sekolah saya tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR.

Saya hanya belajar menulis pada ayah saya. Ayah saya cukup tahu tentang tulis menulis karena ayah saya sering mengikuti lomba tulis menulis. Ayah saya menasehati saya agar saya tidak berharap banyak terhadap lomba ini. Rasanya hampir satu bulan penuh saya mengerjakan karya ilmiah ini. Tetapi karya ilmiah itu belum juga selesai. akhirnya saya meminta bantuan ayah saya untuk mencari pinjaman buku- buku yang cocok dengan karya ilmiah yang saya buat. Tak hanya ayah saya saja yang meminjam buku, tetapi saya juga meminjam buku kepada salah seorang teman saya. Setelah saya menyelesaikan karya ilmiah tersebut, saya meminta bantuan ayah saya untuk mengedit. Karena saya sadar saya masih dalam kategori pemula dalam bidang tulis menulis ini. kemudian kqrya ilmiah tersebut saya beri judul “MENGENAL DIRI SENDIRI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”.

Ketika mengerjakan karya ilmiah tesebut, saya masih duduk di bangku kelas VII. Tepatnya kelas VII-3. Saya terinspirasi dengan teman-teman saya. Saya melihat tidak sedikit dari mereka yang belum mengenal dirinya sendiri. Dan menurut saya hal ini sudah menjadi kebiasaan kaum remaja. Contohnya saja ketika ada model baju yang lagi ngetrend. Kaum remaja biasanya langsung menirunya. Mereka tidak peduli apakah model baju tersebut pantas atau tidak untuk dikenakan. Yang ada di benak mereka hanyalah keinginan untuk menjadi remaja yang tidak ketinggalan zaman. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Karena mereka tak hanya menjadi inspirasi saya, tetapi mereka juga memberi saya semangat. Saya sangat bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka. di kelas VII-3 itu, kami sepakat untuk saling membantu jika ada teman yang mempunyai masalah. Karena kami sadar, kami tidak bisa hidup sendirian. Setelah karya ilmiah yang saya kerjakan selesai, saya segera meminta tanda tangan guru pembimbing dan kepala sekolah. Kemudian sekolah akan mengimkannya ke kantor dinas pendidikan dan kebudayaan.

Saya merasa lega, karena pada akhirnya saya bisa menyelesaikan karya ilmiah tersebut. Sembari menunggu pengumuman, banyak teman-teman saya yang menanyakan apakah saya menjadi finalis atau tidak. Ketika itu saya langsung mengatakan kepada mereka bahwa saya masih pemula dalam bidang tulis menulis ini. Jadi tidak mungkin rasanya jika saya dapat memenangkan lomba KIR tersebut. Saya tidak berharap banyak, saya hanya ingin menambah pengalaman saya. Karena menurut saya pengalaman saya di bidang tulis menulis ini sangat sedikit.

Satu bulan pun berlalu. Sekolah saya mendapat surat dari dinas bahwa siswa yang bernama RYANTI SETYONINGTYAS D. dan NUR AIDA M. menjadi finalis lomba KIR. Pak Haris dan Bu Indra memanggil saya dan kakak kelas yang bernama Tyas untuk ke ruang guru. Ketika itu saya senang sekali karena pada akhirnya saya bisa memenangkan lomba KIR tersebut. Tak henti-hentinya saya mengucapkan syukur kepada Allah S.W.T. Untuk menentukan juara 1,2,3,harapan 1 dan 2, maka para finalis diundang untuk mempresentasikan karya ilmiah yang telah dibuat. Presentasi tersebut ditempatkan di kampus STKIP Sumenep. Ketika pulang sekolah, saya segera mengabarkan kepada ayah. Saya langsung belajar mempresentasikan karya tulis yang saya buat dihadapan ayah.

Hari untuk mempresentasikan pun tiba. Saya berdo’a agar saya mendapatkan giliran terakhir untuk mempresentasikan karya saya. Tetapi ternyata saya mendapat giliran pertama untuk mempresentasikan karya saya. Saya gugup saat presentasi, karena ini pengalaman pertama saya mempresentasikan karya tulis di hadapan orang banyak. Waktu sepuluh menit yang disedakan untuk presentasi terasa sangat sebentar. Namun saya bisa memanfaatkan waku dengan tepat pemaparan karya tulis saya selesai tepat waktu sepuluh menit. Lega rasanya seperti terlepas dari jeratan.

Ketika tanya jawab belangsung, jantung saya kembali berdegup kencang. Juri pertama memberikan pertanyaan yang membuat saya terkesiap. Pertanyaan yang tak saya sangka ketika disuruh memberikan perbedaan antara kata mengenal, dan memahami. Saya mencoba menjawabnya, dan rupanya juri tak berkenan dengan jawaban saya sehingga mengejarnya dengan pertanyaan yang lain. Pertanyaan dilanjutkan oleh juri beikutnya dan saya bisa menjawabnya dengan lancar.

Ada suatu pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saat salah seorang dewan juri menanyakan siapa yang menjadi idola saya? Dengan tanpa ragu-ragu saya menjawab dengan lantang:”Ayahku!” Juri itu hanya tersenyum, dan menanyakan nama ayah saya. Waktu dua puluh menit pun usai yang dengan pertanyaan-pertanyaan yang tekadang membuat jantung saya berdegup kencang. Saya bersyukur akhirnya saya bisa menyelesaikan presentasi dan bisa menjawab pertanyaan dari dewan juri, walaupun tidak semua pertanyaan dari juri bisa saya jawab dengan benar.

Pada siang harinya diumumkan bahwa saya mendapatkan juara 3. Saya kecewa, karena saya tidak bisa menjadi juara 1 dalam lomba ini. Tetapi saya pun lega karena kakak kelas saya, mbak tyas bisa menjadi juara 1 dalam lomba KIR ini. setidaknya sekolah saya bisa meraih juara 1 dalam lomba KIR tahun ini. walaupun bukan saya yang memenangkannya. Pada pagi harinya teman-teman saya menanyakan saya mendapat juara berapa?. Ketika itu saya hanya tersenyum dan menjawab”saya mendapatkan juara 3”. Kemudian mereka bersorak dan mengatakan kepada saya” untung saja di kelas ini ada kamu, jadi kelas kita ini bisa menjadi pembicaraan guru”. Ternyata sesuatu yang tak saya sangka kembali tejadi.

Saya sangka mereka akan kecewa ketika mendengar saya tidak bisa menjadi juara pertama. Mereka memang teman-teman yana baik. Mereka bisa memahami kondisi orang lain. Terima kasih tuhan, engkau telah memberi saya teman-teman yang bisa menerima saya apa adanya. Tepat tanggal 24 September kemarin, hadiah lomba pun dibagikan. Saya senang sekali, pada akhirnya saya bisa menikmati jerih payah saya sendiri. Setelah saya sampai di rumah, saya langsung membuka hadiah yang telah diberikan. Hah?, tiba-tiba di dalam benak saya timbul tanda tanya besar. Mengapa jumlah hadiah yang di berikan tidak sesuai dengan jumlah hadiah yang tertera pada brosur?.

Saya kecewa sekali pada dinas pendidikan. Menurut saya dinas pendidikan kurang menghargai jerih payah para pemenang. Tetapi walau gimanapun saya harus bersyukur karena saya bisa merasakan hadiah dari hasil jerih payah saya sendiri. Selain itu saya juga bisa menambah pengalaman saya. Saya bersyukur sekali akhirnya saya bisa mempunyai pengalaman yang tentunya tidak semua orang dapat merasakannya. Tetapi saya juga tidak boleh melebih lebihkan hal ini. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai hambanya yang terlalu membanggakan dirinya sendiri

Jumat, 30 Januari 2009

JURNAL 3

T.e.r.a.s.

Tahun ini merupakan 100 tahun kebangkitan nasional. Sebuah masa yang telah memberikan arti perjalanan sejarah perjalanan bangsa dan nasionalisme. Namun sejauh mana waktu seratus tahun membangun rasa kebangsaan dan ke-Indoensia-an kita. Sementara yang tua telah merasa memberikan sesutau yang bermakna bagi kebangsaan ini, namun yang muda justru tidak ingin menirukan ke-indoensia-an generasi tua yang telah menejrumuskan bangsa ini dalam kemelut dan krisis yang berkepanjangan.Bagaimana kenaikan BBM menurut piiran anak-anak kita dan bagaimana pula televisi telah mengajari mereka.


S . E . R . A . M . B . I

BANGKIT DARI KETERGANTUNGAN
Oleh: Williarko Firdaus

Bangkit dalam kehidupan saat ini adalah bagaimana caranya untuk bebas dari kebodohan, kemiskinan, dan keterbelengguan. Trutama kalau kita lihat keberbangsaan ini mengalamai keterprukan ekonomi yang demikian rumit.
Naiknya harga sembako, BBM, transportasi, dan pelbagai kebutuhan hidup membuat masyarakat kian susah dan melarat. Kondisi ekonomi semacam ini merupakan langKah mundur kehidupan bangsa ini.
Kenaikan harga BBM telah memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap sistem kehidupan lainnya. Naiknya biaya transportasi mempengaruhi
Terhadap harga barang kebutuhan pokok dan jasa lainnya.

Sikap hemat dalam menggunakan bahan bakar, bukan merupakan jalan ampuh untuk memgatasi keadaan ini.

Tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia melalui perbaikan sistem pendidikan yang kini kian mahal. Adalah memberikakan kesempatan bagi kaum ekonomilemah untuk bisa menempuh pendidikan yang baik, sehingga dapat memperbaiki kualita hidupnya. Perbikan kualitas SDM yang akan mempengaruhi terhadap kemandirian serta mengurangi ketergantungan terhadap bangsa lain

Lagi pula bangsa ini rasanya tidak becus mengelola kekayaannnya; banyak orang tidak jujur, tingginya penyelewengan atau korupsi, telah membuat bangsa ini kian terpuruk


TELEVISI DAN KEHIDUPAN REMAJA
Oleh; Ryjzal Khalif F F


Pengaruh televisi terhadpe kehidupan remaja, bagikan dua sisi mata uang; bisa berpengaruh positif sekaligus bisa berpengaruh negatif.

Kalau saya lihat sinetron di sebuah stasiun televisi, ada beberapa sinetron yang cukup menarik untuk dibahas, di antaranya Sinetron Munajah Cinta yang ditayangkan RCTI. Sinetron tersebut menunjukkan tentang keagamaan , seperti kaum p[eremp[uan yang diwajibkan memakai kerudung atau jilbab, dengan baju lengan panjang untuk menutupi aurat.

Namun juga tidak sedikit pula tontonan di televisi yang memberikan pengaruh atau dampak negatif, khususnya bagi kaum remaja. Sinetron yang berlatar budaya barat atau asing masih banyak wanita-wanita dalam tontonan tersebut yang berpakaian terbuka. Terutama saluran televisi yang mengkhususkan kepada fashion (fTV) pakaian yang ditawarkan atau dipertontonkan oleh para peraga banyak menonjpolkan kemolekan tubuh.

Tayangan musik terutama musik dangdut dengan pakaian artisnya yang ketat dan tarian atau goyang pinggul yang tidak pantas ditontotn anak-anak dan remaja, karena dirasa kurang mendidik. Saksikan saja goyangan ngebor penyanyi Inul Daratista, goyang gergajinya Dewi Persik, Goyang patah-patah Annisa Bahar sangat buruk pengaruhnya bagi remaja.

Untuk megurangi dampak negatif dari tayangan televisi, jika melihat tayangan yang kurang mendidik untuk segera beralih ke tayangan lain. Dan yang lebih penting adalah kesadaran diri semdiri, yaitu keberanian diri untuk melakukan kontrol, dan menolak atau mematikan televisi jika tayangan tidak mendidik.





P . A . N . G . K . E . N . G .
Sajak-sajak Nur Aida Maulidia

RAPUH
Indonesia merdeka
Makmur
Merana
Bahasa kita tercemar
Udara segar berganti hitam
Gelap tanpa cahaya
Selamat datang di Indonesia yang baru
Sepi bahasa
Sepi budaya
Sepi udara
Aku hanya ingin merdeka,aman,sejahtera
Namun bahasaku telah rapuh
Hingga tak terbaca

SEJARAH KAMI

Merdeka…
Kemarin tetesan darah
Tertumpah di benak hari
Menyisakan luka dan tangisan
Merdeka…
Jerit tangis yang terdengar
Memilukan hati ini
Pedih sekali…
Tapi kami tak tahu sejarah
Di buku kami torehkan darah segar
Hingga merah menyala
Menjadi penerang malam hati

JURNAL 2

T.E.R.A.S

Salam

Perkembangan teknologi dan informasi telah banyak memberikan perubahan terhadap berbagai sisi kehidupan kita. Baik itu perubahan menyangkut kepada kehidupan pribadi, sosial, dan spiritual. Juga perubahan dalam bidang pendidikan yang kemudian mempengaruhi anak didik.
Dalam dunia pendidikan kemajuan teknologi dalam bidang pembelajaran telah megubah pola pembelajaran yang tidak lagi berfokus kepada guru sebagai satu-satunya sumber informasi.
Bagaimana pengaruh perkembangan teknologi informasi terhadap peran guru sebagai pengajar? Masihkah guru dibutuhkan? Bagaiman memaknai guru di tengah perkembangan teknologi dn informasi belakangan ini?Inilah bahasan yang hadir dalam jurnal kecil “Na’Bangsa” edisi kali ini. Sebuah ruang ucap, diskusi, dan keberanian mengemukakan pendapat. Mengedepankan gagasan lewat tulisan, adalah upaya untuk membuka diri dan membuka kehidupan di sekitar kita sebagai rahmat Yang Maha Kuasa



S . E . R . A . M . B . I

GURU DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Oleh; Ryzal Khalif F F

Ditengah perkembangan sains teknologi dan informasi, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. Kemajuan teknologi telah memberikan banyak kemungkinan untuk menyeddiakan aneka informasi. Teknologi percetakan; buku, majalah, jurnal dan semacamnya; media audiovisual dengan perkembangan VCD, CD, DVD, komputer, internet elah menjadi alternatif sebagai sumber belajar

Bagaimanakah peran guru di tengah perkembangan teknologi informasi?

Guru masih bisa meminkan peran sebagai salah satu sumber informasi, sekaliguys berperan sebagai pengganti orangtua di sekolah. Guru sebagai pembimbing yang mengasuh siswa sehingga bisa berkembang secara optimal.
Meski keamjuan teknologi berkembang demikian pesat, tidak semua sekolah dan guru menguasai teknologi tersebut, karena masih ada kesenjangan antara pendidikan di pedesaan dan di daerah perkotaan. Bagi masyarakat desa yang perekonomiannya masih belum cukup untuk dimakan, internet merupakan sesuatui yang mahal dan sulit mereka jangkau. Apabila ada di antara mereka yang memanfaatkan fasilitas internet, hanya diakses oleh satu dua orang saja.

Keteladanan guru masih tetap dibutuhkan sebagai anutan bagi anak didiknya . Karena kemajuan teknologi takkan mampu menggantikan posisi guru sebagai pendidik yang mampu memberikan teladan yang baik, komunikatif, dan memiliki kecapakan yang bisa berkembang. Sebuah kewajiban membimbing yang harus dilakukan guru takkan tergantikan oleh teknologi.



MEMAKNAI PENDIDIKAN INDONESIA DI TENGAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

Oleh: Williarto Firdaus

Pendidikan di Indoensia mengalami perubahan yang cukup berarati. Saat ini hampir di setiap pelosok desa dapat ditemukan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Gedung-gedung sekolah didirikan dari pucuk gunung sampai ke perkotaaan. Menandakan perkembangan pembangunan dunia pendidikan yang kian maju.
Perkembangan ini juga diikuti dengan makin banyaknya lembaga pendidikan keguruan untukmenyediakan kebutuhan tenaga pengajar profesional. Semakin banyakya guru yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan guru, memungkinkan untuk dapat memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Namun begitu sejauh manakah peran guru sebagai tenaga pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi?
Seiring pesatnya perkembangan Teknologi Informasi guru diharpkan dapat mengajar lebih giat dan lebih efektif serta menyenangkan, karena tersedianya berbagai peralatan di sekolah. Tersedianya laboratorium bahasa, IPA, serta laboratorium komputer yang di dalamnya tersedia jaringan internet akan memudahkan mengajar dan menjelaskan tentang materi yang telah ada.
Perlengkapan peralatan mengajar di sekolah dapat membimbing murid menjadi lebih maju dan lebih berprestasi dalam berbagai lomba yang diselenggarakan berbagai institusi yang ada. Juga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan peralatan yang lebih canggih, guru diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan, menyesuaikan dengan kemajuan perkembangan teknologi. Kondisi yang akan selalu menuntut guru untuk selalu belajar agar dapat menempatkan diri di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Di antaranya, dengan dibukanya sekolah bertaraf internasional di setiap kota, menuntut guru yang ada di dalamnya untuk bisa atau cakap berbahasa inggris.



PERPISAHAN

Oleh: Samudra Hidayat Abdillah

Ujian nasional telah usai. baik siswa SMA dan SMP , mereka telah merayakan perpisahan bagi siswa kelas IX dan kelas XII.
Setiap sekolah pasti menyelenggarakan acara perpisahan, karena cara tyersebut sangat bermakna dan kenangan tersendiri bagi para guru, murid, dan wali murid yang akan meningalkan sekolah. Bagi murid acara tersebut merupakan saat-saat terakhir mereka bertemu dengan guru yang telah mengasuh dan membimbing merekamenuju sebuah kesuksesan.
Acara perpisahan kerap diisi dengan karya kreatif ; band, dance, nasyid, busana muslim karya siswa kelas X, XI untuk kenangan bagi kakak kelas yang akan meninggalkan sekolah. Dalam acara semacam itu pakaian siswa sangat beraneka macam, bahkan ada yang dikatakan unik dan menarik. Mereka menampilkan kelebihan dirinya masing-masing.
Namun apa makna dari perpisahan itu, mereka pun banyak yang tidak mengetahuinya. Seharusnya acara tersebut diisi dengan permintaan maaf kepada guru-guru mereka dan persembahan terkahir mereka kepada sekolah. Mereka seharusnya membeikan sesuatu yang menjadikenang-kenangan bagi dewan guru dan sesama teman. Namun kadang egoisme mengalhkan segalanya, mereka cenderung emikirkan diri dan kelompoknya sendiri, yang dianggap mengasyikkan dirinya. Bukan orang lain!
Mari menulis bebaskan pikiran dan ide yang tak pernah kering dalam kehidupan




P . A . N . G . K . E . N . G .
SAJAK NUR AIDA MAULIDIA :
NYANYIAN BIRU


ini hari biru
ketika langit menjelma dirimu
wajahmu yang biru, senyummu yang biru
ya…ini hari biru, saudaraku
ketika awan menjelma alam

ketika alam menjelma surga ketika surga menjelmakan kita
mari, kita sambung hari ini dengan nyanyian biru, saudaraku
ya…nyanyian biru tanda masa lalu

JURNAL 1

S . E . R . A . M . B . I

JANJI BUAT IBU

Oleh: Williarko Firdaus

Tanpa ibu mungkin aku semua tidak akan pernah ada di bumi ini. Aku tidak akanpernah melupaknmu, walau aku pergi sejauh mungkin. Jasa-jasa ibu yang telah menjadikanku sebagai manusia yang berguna, tidaklah mudah. Berbagai macam tantangan dan cobaan yang telah kau alami tapi engkau sangat tabah menghadapinya. Kau tahu? aku di sini sangat merindukanmu.

Di waku kecil aku selalu memiliki permintaan. Semua permintaanku selalu kau penuhi, walau permintaan tersebut sangat berat.Misalnya; dulu aku ingin sekali mempunyai televisi, sampai-sampai aku tidak pulang ke rumah sampai siang. Kau pun berusaha keras untuk membeli tv dan akhirnya ketika aku kelas 2 SD ibu bisa membelikannya.

Terkadang aku sangat mebencinya karena kau membuatku kesal.

Begitu besar jasa-jasamu mulai dari membesarkan sampai mendidikku hingga aku seperti ini. Tidak mudah mendidik anak, karena aku dulu saat duduk di bangku sekolah dasar selalu membuat masalah di sekolah. Pada waktu itu aku bermain dorong-dorongan dengan teman sekelasku dan badannya juga gemuk sepertiku. Tanpa disengaja aku dan teman-temanku yang bermain dorong-dorongan merobohkan tembok sekolah di dekat kamar mandi. Namun kau ibu tetap sabar membimbingku, meski aku mendaptkan sangsi dari sekolah.

Sewaktu duduk di bangku SMP, aku masih belum bisa membuatmu bangga dan merasa senang. Tapi aku berjanji, ibu akan membalas jasa-jasamu dengan membuatmu merasa bangga di kemudian hari.

RA KARTINI & PEMBELAAN KAUM HAWA

Oleh: Samudra Hidayat Abdillah

Era globalisasi seperti saat ini, dibutuhkan masyarakat yang bisa membangun negeri dengan baik. Untuk bisa membangun negeri ini kita harus bisa menggabungkan antara SDA dengan SDM dengan baik. Pemuda dan pemudi, laki-laki dn wanita harus bisa bekerja sama. Kemajuan dapat dicapai dengan kebersaamaan tanpa memandang status dan jenis kelamin.

Saat Indonesia dijajah oleh bangsa asing, kolonialis Belanda telah banyak menghambat kemajuan bangsa. Salah satunya dengan membatasi hak pendidikan bagi kaum bumi putera. Kaum wanita tidak diperkenankan untuk mengenyam pendidikan dan hanya dijadikan sebagai pengurus rumah tangga. Wanita hanya dijadikan pendamping hidup kaum pria dan pekerjaanya hanya melayani suami di rumah. Wanita identik dengan pekerjaan rumah tangga. Wanita diangggap sebagai orang yang tidak berguna dan bodoh. Mereka tidak mendpatkan pendidikan yang layak, sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka terbatas yang mengakibatkan lahan pekerjaan banyak didominasi kaum pria. Jarang terlihat wanita bekerja di luar rumah.

Seiring bergulirnya waktu, saat kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi kaum hawa, lahirlah sang fajar perempuan yaitu RA Kartini. Belua memperjuangkan hak-hak para kaum hawa, meningkatkan harkat dan martabat kaum hawa melalui pendidikan. Beliau eperjuangkan hak-hak kaum hawa sejajar dengan kaum pria. Sejak itulah mulai bergulir gerkan emansipasi wanita bagi perempuan Indoensia.

Berkat perjuangan RA Kartini wanita sekarang dapat berkatifitas dan breprestasi sebagaiman kaum pria. Mereka telah mendapatkan hak pendidikan dan pekerjaan sebagaimana kaum pria. Sudah ada kaum perempuan yang menjabat sebagai meneteri dalam pemerintahan, presiden wanita, dan jabatan penting lainnya dikendalikan kaum perempuan. Jika kita melihat sekarang , kaum wanita justru lebih banyak yang berprestasi dibandingkan kaumpria.

Betapa besar jasa RA Kartini yang telah melepaskan kaum perempuan dari belenggu kebodohan dan mendaptkan haknya sebagaimana hak-hak yang dimiliki kaum pria. Wanita yang saling mengisi dengan pria untuk memajukan bangsa dan negaranya.


P . A . N . G . K . E . N . G .
Puisi:

SEMBILAN BULAN; IBU

Oleh; Ryzal Khalif F F

Terimakasih ibu, engkau pahlawan bagiku
Karena engkau telah melahirkan aku dengan susah payah ke dunia yang cerah ini
Bahkan ibu telah merawatku selama sembilan bulan dalam kandungan
Dan ibu telah membawa aku kesana-kemari selama sembilan bulan itu
Terimakasih ibu atas jasamu yang selama sembilan bulan itu
Jasamu takkan pernah kulupakan selamanya

Bahkan akupun tidak tahu bagaimana membalas kerja keras ibu selama sembilan bulan itu
Mungkin aku akan belajar dan belajar agar dapat membahagiakan ibu
Hanya ini, ibu yang dapat aku persembahkan padamu
Terimakasih ibu jasamu takkan pernah kulupakan

UNTUKMU

Oleh: Nur Aida Maulidia

Ibu, kau tau cinta?
Yang paling indah
Nyata
Sempurna

Kau tau kebahagiaan?
Bagiku itulah surga dunia
Tapi aku tak tau
Apakah aku bisa menyentuhnya ataukah tidak

Aku ingin tertawa bersamamu
Memetik bintang gemintang di langit biru
Aku ingin bersamamu
Menciumi aroma ikan laut pasang yang terombang ambing
Dalam kehausan malam

Ingatlah!!
Cinta ini tak akan kubagi kepada seorang pun
Tidak seorang pun
Cukup engkau, ibu

Engkau akan kuajak
Pergi menjelajahi letak kesucian cinta yang sesungguhnya

Lalu..

Aku akan mengajakmu
Terbang menyentuh awan-awan putih lembut
Selembut hatimu

Engkaulah yang telah membuatku tersenyum
Terkadang menangis, menahan rasa sakit
Di saat bius cinta memasuki urat nadiku

Enkau,
Ayahku, saudaraku, sahabatku
: adalah separuh jiwaku, separuh nafasku, separuh hidup dan matiku

Karena hidupku ada padamu